Sabtu, 12 Mei 2012

Khulafaur Rasyidin


Khulafaur Rasyidin adalah khalifah ( pemimpin ) pertama yang menggantikan Nabi Muhammad Saw. untuk memimpin umat Islam setelah Nabi Muhammad Saw.  wafat. Empat orang khalifah tersebut adalah para sahabat dekat Nabi. Keempat khalifah tersebut dipilih bukan bedasarkan keturunannya, melainkan atas dasar kesepakatan umat Islam. 

Nabi Muhammad Saw. semasa hidupnya memiliki dua tugas utama, yaitu tugas kenegaraan dan tugas kenabian. Tugas kenegaraan yaitu tugas yang dilakukan beliau sebagai kepala pemerintahan dan memimpin umat Islam. Sedangkan tugas kenabian yaitu tugas beliau sebagai pembawa risalah Allah SWT. kepada umat manusia.

1. Abu Bakar Ash-Shiddiq 

pedang peninggalan Abu Bakar
Abu Bakar adalah khalifah pertama yang pertama pada tahun 11 H/632 M hingga tahun 13 H/634 M. Ia lahir di kota Mekah tahun 573 M atau dua tahun setelah kelahiran  Nabi Saw. Sebelum memeluk Islam, beliau bernama Abdul Ka'bah dan setelah memeluk Islam diganti oleh Rasulullah menjadi Abdullah bin Abi Quhafah at Tamimi. Abu Bakar adalah nama julukan yang diberikan Rasulullah, sebab beliau merupakan orang yang pertama kali masuk Islam dari golongan dewasa. 
Abu Bakar berasal dari Bani Tanim, suku Quraisy. Ia merupakan putra dari Quhafah bin Amir yang mempunyai nama asli Usman bin Sa'ad dan ibunya bernama Ummul Khair Salma binti Sharkh. Garis keturunan Abu Bakar dengan Nabi Saw. bertemu pada Murrah bin Ka'ab. 

Abu Bakar mendapat gelar Ash-Siddiq setelah peristiwa Isra' Mi'raj, karena beliau membenarkan segala tindakkan dan ucapan Rasulullah Saw. terutama saat Isra' Mi'raj.

Proses pengangkatan Abu bakar menjadi Khalifah

Setelah Rasulullah Saw. wafat, kaum Ansar ( kaum yang ada di Madinah yang menyambut kedatangan Rasulullah ) dan kaum Muhajirin ( kaum yang berasal dari Makah yang mengikuti Rasulullah saat hijrah ke Madinah ) mengadakan musyawarah dan sepakat mengangkat Abu Bakar Ash-Siddiq untuk menjadi khalifah yang pertama.


Setelah selesai pemakaman Rasulullah, kaum Muslimin dari golongan Ansar dan Muhajirin berkumpul di Masjid Nabawi untuk membaiat Abu Bakar untuk menjadi khalifah pertama pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H /632 M.

Beberapa pertimbangan pengangkatan Abu Bakar sebagai khalifah, antra lain:
  1. orang yang pertama kali masuk Islam
  2. selalu paling awal dalam mengimani ajaran yang dibawa Rasulullah, termasuk ketika peristiwa Isra' Mi'raj
  3. selalu setia mendampingi Nabi Saw.
  4. rela memberikan seluruh hartanya untuk mempertahankan Islam
  5. ditunjuk Nabi SAW sebagai imam shalat saat Rasulullah sedang sakit   
Akhir Hayat Abu Bakar Ash-Siddiq

Abu Bakar wafat pada tanggal 21 Jumadil Akhir 13 H / 12 Agustus 634 M, dalam usia 63 tahun. Beliau dimakamkan disamping makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi.

Sebelum meninggal, Abu Bakar berwasiat kepada para sahabat untuk memilih Umar bin Khatab untuk sebagai penggantinya.

Jasa-jasa Abu Bakar Ash-Siddiq dalam pemerintahan
  1. Mendirikan Baitul Mal, yaitu lembaga yang bertugas mengurusi keuangan negara, seperti dari harta rampasan perang ataupun dari zakat. Lembaga ini dikelola oleh Abu Ubaidah bin Jarrah, sahabat yang diberi gelar Amin Al-Ummah ( kepercayaan umat ).
  2. Mendirikan lembaga peradilan yang berfungsi untuk mengadili permasalahan / perselisihan di antara umat. Lembaga ini dipimpin oleh Umar bin Khatab.
  3. Membagi harta rampasan perang ( ghanimah ) secara adil.

2. Umar bin Khattab

pedang Umar bin Khattab
Umar bin Khattab lahir pada tahun 581 M / 40 sebelum Hijriah. Nama lengkapnya Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin bin Rabbah bin Abdullah bin Qurt bin Rizzah bin Adi bin Ka'ab. Umar bin Khattab merupakan putra dari Khattab bin Nufail dan ibunya bernama Khantamah binti Hisyam.

Umar bin Khattaab berasal dari Bani 'Adi. Garis keturunan Umar bin Khattab dengan Nabi Muhammad  bertemu pada Ka'ab bin Layyi.

Umar bin Khattab adalah orang yang disegani di Mekah. Beliau memiliki postur tubuh yang tegap, wataknya keras, dan berani sehingga ia dijuluki dengan Abu Hafas yang artinya tegar dalam berpendirian.

Umar bin Khattab juga dikagumi karena sangat cerdas, ahli berunding, gaya bicaranya sangat bagus, dan berpengetahuan luas sehingga beliau mendapat gelar Abu Faiz.

Umar bin Kattab Masuk Islam

Umar bin Khattab masuk Islam setelah mendengarkan ayat Al-Qur'an yang dibaca oleh adiknya (Fatimah). Setelah Umar bin Khattab membaca lembaran Surah Taha ayat 1-8, beliau sangat mengagumi isi dan susunan ayat tersebut. Beliau langsung bergegas menemui Rasulullah Saw. yang saat itu berada di rumah Al Arqm bin Abil Arqam. Umar bin Khattab beserta istri dan anaknya,  yaitu  Zainab binti Maz'an dan Abdullah bin Umar menyatakan keislamannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Masuk Islamnya Umar bin Khattab beserta keluarganya terjadi pada bulan Zulhijah tahun 616 M.

Langkah-langkah yang diambil Umar bin Khattab setelah dirinya masuk Islam, antara lain:
  1. mengumumkan keislamannya kepada dihadapan kaum kafir Quraisy,
  2. mengusulkan kepada Rasulullah untuk berdakwah secara terang-terangan,
  3. mendatangi tokoh-tokoh Quraisy untuk mengajak mereka ke jalan Allah,
  4. mencurahkan seluruh hidupnya untuk membela Rasulullah dan Agama Islam,
  5. selalu mengikuti setiap peperangan selama Nabi SAW. hidup.
Umar bin Khattab menjadi Khalifah

Sebelum Abu bakar wafat, beliau mengusulkan bahwa yang menggantikan beliau adalah Umar bin Khattab. Setelah disepakati, beliau memerintahkan Usman bin Affan untuk menulis di atas kertas wasiat yang disetujui para sahabat.
                                        
wilayah kekuasan Umar bin Khattab
Setelah Abu Bakar wafat, Umar bin Khattab dibaiat menjadi khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Siddiq. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 23 Jumadil Akhir 13 H/634 M.

Pemerintahan pada masa Khalifah Umar bin Khattab disebut juga Futuhat Islamiyah, karena pada masa ini terjadi perluasan wilayah yang dilakukan secara besar-besaran dan terjadi perombakan di bidang pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan Umar bin Khattab meliputi:

1. Bidang Pemerintahan
  • Membagi wilayah menjadi 8 provinsi yang dipimpin oleh seorang gubernur, yaitu Madinah, Mekah, Suriah (Syria), Jazirah, Basrah, Kufah, Mesir, dan Palestina. Dalam menjalankan tugasnya, para gubernur dibantu Seketaris Daerah (Katib), Seketaris Militer (Katib ad Diwan), Pejabat Perpajakan  (Sahib al Kharaj), Pejabat Kepolisian (Sahib al Ahdas), Pejabat Keuangan (Sahib Baitul Mal), Hakim dan pejabat jawatan keagamaan (Qadi).
  • Pembentukkan dewan-dewan, yaitu Dewan Pembendaharaan Negara yang bertugas mengatur pengeluaran dan pembelanjaan negara, Dewan Kemiliteran bertugas mengatur keperluan tentara, polisi, gaji, dan pakaian, Dewan Kesjahteraan Umat bertugas mengatur gaji para imam, muadzin, memberi santunan kepada orang yang membutuhkan, dan Dewan Kehakiman berfungsi untuk mengawasi para hakim untuk dalam memutuskan perkara.
2. Bidang Hukum

Meliputi Pembagian harta warisan, perumusan prinsip qiyas, pengangkatan para hakim, pemakaian cambuk dalam melaksanakan hukuman badan, Penetapan hukuman 80 kali dera bagi pemabuk, pemungutan zakat atas kuda yang diperdagangkan, dan larangan untuk penyebutan nama wanita dalam lirik syair.

3. Bidang Ekonomi
  • Mendirikan Baitul Mal (Departemen Keuangan),
  • Mendirikan Diwan al Kharaj (Departemen Agraria),
  • Membentuk jawatan pos yang bertugas menyampaikan berita dari pemerintahan di Madinah ke daerah dan sebaliknya,
  • Mendirikan Diwan al Jundi, Dewan Keuangan untuk militer,
  • Menetapkan anggaran dan pengeluaran negara.

4. Menetapkan kalender Islam dan lambang negara

Pemberlakuan kalender Hijriah dimulai ketika Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah, yakni pada tanggal 16 Rabiul Awal 1 H. Tanggal 1 Muharam sebagai tahun baru Hijriah dihitung bedasarkan peredaran bulan Qamariah, yang dimulai pada tahun 16 H. Khalifah Umar bin Kattab menetapkan juga lambang resmi negara yakni Bulan dan Bintang.

5. Bidang Peradilan

Pada bidang peradilan, beliau menetapkan prinsip-prinsip peradilan Islam dengan menyusun sebuah risalah yang dikirim kepada Abu Musa al Asy'ari yang disebut Dustur Umar atau Risalah Al Qada'.

6. Perluasan wilayah Islam

Perluasan wilayah pada masa Khalifah Umar bin Khattab yaitu: penaklukan Persia, pembebasan Syam /Syria, pembebasan Baitul Maqdis di Yerussalem, dan perluasan Islam di Mesir.

Akhir Hayat Umar bin Khattab

Umar bin Khattab ditikam oleh Abu Lu'luah atau al Fairus ketika Umar bin Khattab sedang Shalat Subuh. Akibatnya beliau sakit selama tiga hari dan akhirnya wafat dalam usia 63 tahun pada tanggal 1 Muharam 23 H /644 M.


3. Usman bin Affan


Usman bin Affan dilahirkan di Thaif pada tahun 576 M. Beliau lima tahun lebih muda dari Rasulullah Saw.

Beliau termasuk kabilah Ummah dari suku Quraisy. Beliau seorang saudagar yang kaya raya dan sangat dermawan. Beliau juga sering memerdekakan budak. Setelah masuk Islam, sebagian besar harta kekayaannya disumbangkan untuk perjuangan Islam.

Akhlak Usman bin Affan sangat dikagumi Nabi Muhammad Saw. Bedasarkan pertimbangan ini, Nabi Saw. menikahkan putrinya dengan Usman. Putri Rasulullah yang pertama kali dinikahkan adalah Ruqayyah. Tidak berapa lama setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah menikahkan lagi putrinya yang kedua, Ummu Kalsum dengan Usman. Karena itulah Usman bin Affan dijuluki Zun Nurain (memiliki dua cahaya).

Usman bin Affan menjadi Khalifah

Ketika menjelang Akhir hayat, Umar bin Khattab telah memikirkan khalifah penggantinya. Umar bin Khattab telah menyiapkan 6 nama calon yang mejadi khalifah. Keenam orang calon khalifah itu adalah Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Abi Talib, Abdurrahman bin Auf, Thalhah bin Ubaidillah, dan Sa'ad bin Abi Waqas.

Setelah khalifah Umar bin Khattab wafat, kelima calon tersebut bermusyawarah. Abdurrahman bin Auf mengundurkan diri dan diberi tugas untuk mengumpulkan kaum Muslimin untuk bermusyawarah memilih khalifah dari beberapa calon yang disiapkan Umar bin Khattab. Hasil dari musyawarah itu, Usman bin Affan terpilih menjadi khalifah.

Jasa dan peninggalan Khalifah Usman bin Affan

Usaha Khalifah Usman bin Affan dalam memajukan agama Islam, diantaranya:
Mushaf Al Imam /dikenal dengan mushaf Usman
  1. Khalifah Usman menyempurnakan masuknya Persia ke dalam daerah Islam. Ia juga menyempurnakan daerah Tunisia di Afrika Utara,
  2. Pembukuan Al-Quran yang telah dibukukan itu dinamakan Mushaf Al Imam (mushaf yang dipegang oleh Khalifah Usman). Kemudian disalin untuk dikirim ke Mekah, Syria, Basrah, dan Kuffah sebagai pedoman hidup manusia. Mushaf itu sekarang sudah diperbanyak hingga sekarang sampai di tangan kita yang dikenal dengan Mushaf Usmani,
  3. Khalifah Usman bin Affan membangun armada Islam. Dengan dibangunnya armada itu, daerah Islam di sekitar Laut Tengah bagian timur dapat dipertahankan, bahkan Pulau Cyprus dan pulau Rhadus dapat ditaklukkan.
 Akhir Hayat Usman bin Affan 

Pada masa akhir pemerintahan, penasehat Khalifah Usman yang bernama Marwan bersikap licik dengan menghasut umat Islam. Dengan demikian, terjadilah pemberontakan yang dipimpin oleh Muhammad bin Abu Bakar dan Muhammad bin Huzaifah dengan enam ratus orang pengikut dari Mesir.

Pemberontakan itu terjadi dengan maksud agar gubernur Mesir digantikan oleh Muhammad bin Abu Bakar. Hal itu disetujui oleh Khalifah. Marwan kemudian membuat surat dengan stempel resmi yang meminta Abdullah agar membunuh pemimpin pemberontak dan anak buahnya.

Makam Usman bin Affan
Ternyata surat itu terjatuh ke tangan pemberontak dan mereka menghadap khalifah meminta agar Marwan diserahkan. Permintaan tersebut tidak disetujui oleh khalifah. Khalifah dengan diam-diam meminta bantuan Muawiyah (gubernur Irak) untuk menumpas para pemberontak. Ternyata para pemberontak telah mengetahui rencana tersebut.

Pemberontak marah kepada khalifa. Akhirnya, rumah khalifah Usman dikepung selama empat puluh hari oleh kaum pemberontak. Pemberontak memaksa  Usman untuk turun dari jabatannya. Namun, Ibnu  Umar segera masuk ke dalam rumah Usman untuk tidak turun dari jabatannya karena berarti telah membuat sunah jelek, sehingga setiap manusia yang tidak suka pada pemimpinnya, maka mereka mencopot paksa kepemimpinan tersebut. Usman pun menyadari bahwa inilah fitnah yang telah jauh-jauh hari telah diberitakan oleh Rasulullah Saw. Usman hanya bisa bersabar dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Akhirnya Usman bin Affan wafat dalam keadaan berpuasa dan sedang membaca Al-Quran, hingga tetesan darah pertama tatkala membaca Surah Al-Baqarah ayat 137. Usman wafat pada tahun 35 H / 656 M. Usman dimakamkan di kuburan Baqi di Madinah.


4. Ali bin Abi Thalib


pedang Zulfikar, pedang peninggalan Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib lahir di kota Mekah tahun 583 M. Beliau merupakan putra dari Abu Thalib, paman Nabi Muhammad Saw.

Ali bin Abi Thalib merupakan adik sepupu Nabi Muhammad Saw. Beliau termasuk keluarga besar Bani Hasyim. Usianya 13 tahun lebih muda dari pada Rasulullah.

Ali adalah orang yang pertama yang masuk Islam dari pihak pemuda. Sejak kecil Ali sangat dekat dengan Nabi Saw., sehingga kepribadian rasul mempengaruhi kepribadian Ali.

Ali bin Abi Thalib dinikahkan dengan putri Nabi Saw. yang bernama Fatimah az Zahra. Dari perkawinan ini, Ali dikaruniai dua putra yang bernama Hasan dan Husein.

Ali bin Abi Thalib menjadi Khalifah

Setelah Khalifah Usman terbunuh, Masyarakat muslim saat itu berependapat bahwa yang paling pantas menjadi khalifah adalah Ali bin Abi Thalib. Pendapat itu didukung oleh masyarakat banyak, walaupun ada sebagian kecil yang menentangnya.

Berbeda dengan ketiga khalifah sebelumnya, Ali diminta menduduki kursi kekhalifahan oleh masyarakat banyak dan dipelopori oleh kaum yang memberontak Usman.

Jasa-jasa peninggalan khalifah Ali bin Abi Thalib

Hal-hal yang telah dibuat dibuat oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib adalah:
  1. membiasakan bermusyawarah dalam memecahkan segala persoalan,
  2. membenahi pemerintahan yang didasarkan atas kecakapan atau kemampuan,
  3. berhasil mengembangkan ilmu bahasa Arab dan membangun Kota Kuffah menjadi pusat perdagangan,
  4. berusaha menentramkan suasana yang pada masa Khalifah Usman bin Affan sudah kacau. Usahanya yang kali ini mengalami kegagalan. Pada saat itu Umat Islam terpecah menjadi tiga golongan, yaitu:
  • golongan yang mendukung Muawiyah (Gubernur Damaskus),
  • golongan yang mendukung Ali bin Abi Thalib
  • golongan Khawarij, yaitu golongan nonblok (tidak mendukung Ali dan Muawiyah)
Akhir Hayat Ali bin Abi Thalib

Ketika Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, muncul kaum Khawarij yang berusaha untuk membunuh Ali bin Abi Thalib, Muawiyah, dan Amr bin Ash. Menurut kaum Khawarij, ketiga orang itulah yang telah membuat umat Islam tidak tentram
Masjid Kufah tempat Ali dibunuh oleh kaum Khawarij

Akhirnya, pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 H, Ali berhasil dibunuh oleh Ibnu Muljam ketika hendak melakukan Shalat Subuh di Kuffah. Sedangkan Muawiyah gagal dibunuh oleh oleh Al Barah dan Amr bin Ash gagal dibunuh oleh Umar bin Bakir.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar