Selasa, 08 Mei 2012

Masjid Bersejarah di Pulau Jawa


1. Masjid Agung Demak, Jawa tengah

Masjid Demak yang berisi dengan nilai-nilai historis
Masjid Demak adalah sebuah masjid yang terletak di Desa Kauman, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Masjid ini didirikan oleh Raden Patah, yaitu raja pertama Kesultanan Demak dan atas  prakasrsa para Walisongo pada abad ke- 15. Masjid ini menjadi pusat kegiatan dan tempat berkumpulnya Walisongo untuk menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.

2. Masjid Agung Cirebon, Jawa Barat

Masjid Merah yang eksotis

bagian dalam Masjid
Masjid Agung Cirebon atau disebut Masjid Merah Cirebon adalah masjid yang terletak di Kompleks Keraton Kesepuhan, Cirebon, Jawa Barat yang dibangun oleh Sunan Gunung Jati sekitar  pada tahun 1480 M. 

Menurut Tradisi, pembangunan masjid ini melibatkan 500 orang yang didatangkan dari Majapahit, Demak, dan Cirebon. Dalam pembanguanannya, Sunan Gunung Jati menunjuk Sunan Kalijaga untuk menjadi arsitek dalam pembangunan masjid ini. Selain itu, Sunan Kalijaga memboyong Raden sepat, arsitek Majapahit yang merupakan tawanan perang yang membantu membangun masjid ini.

Masjid Agung Cirebon terdiri atas 2 bagian, yaitu serambi masjid dan ruang utama. Untuk menuju ke ruang utamanya, terdapat sembilan buah pintu yang melambangkan sembilan orang wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.

 3. Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah

Masjid Menara Kudus kental dengan budaya lokal


Masjid Menara Kudus adalah sebuah masjid yang didirikan oleh Sunan Kudus pada tahun 1549 M / 956 H. Masjid ini disebut juga Masjid Al-Aqsa dikarenakan batu bertamanya berasal dari Baitul Maqdis dari Palestina dan disebut juga Al-Manar. Masjid ini terletak di desa Kauman, kebupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini serupa dengan bangunan candi dan merupakan perpaduan dengan budaya Islam dengan budaya Hindu.


4. Masjid Agung Banten

Masjid Banten dengan menaranya yang megah
Masjid Agung Banten adalah salah satu masjid bersejarah di Pulau Jawa yang penuh dengan nilai sejarah. Masjid ini terletak didesa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara kota Serang.

Masjid Agung Banten ini didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570M), sultan pertama dari Kesultanan Banten. Ia merupakan putra pertama dari Sunan Gunung Jati.

Salah satu khas yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China yang juga merupakan karya asitek Cina yang bernama  Tjek Ban Tjut.

Menara Masjid Banten ini berada di sebelah timur masjid yang dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel yang menjadi ciri khas Masjid Banten. Menara masjid ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 m, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 m. Untuk mencapai puncaknya, ada 83 buah anak tangga untuk mencapai ke atasnya dan hanya dapat dilewati oleh satu orang.


5. Masjid Ampel Surabaya

Masjid Ampel yang kental dengan nuansa Lokal dan Arab
tiang-tiang penyangga di dalam masjid
Masjid Ampel adalah sebuah masjid bersejarah di kelurahan Ampel, kecamatan Semampir, kota Surabaya, Jawa Timur. Masjid Ampel ini dibangun oleh Raden Rahmad Rachmatullah atau dikenal dengan sebutan Sunan Ampel dengan dibantu oleh sahabat karibnya yaitu Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, serta dibantu para santrinya. Pada tahun 1421 M. Masjid ini dibangun dengan gaya arsitektur Jawa kuno, dengan nuansa Arab yang kental.

Dibelakang Masjid Ampel terdapat kompleks makam Sunan Ampel yang meninggal pada tahun 1481 M. Di kawasan sekitar masjid ini ada yang menarik yaitu keberadaan Kampung Arab yang sebagian besar merupakan keturunan Arab Yaman dan China yang sudah menetap selama ratusan tahun untuk berdagang. Suasana kehidupan para pedagang ini nyaris seperti suasana yang ada di Mekah.



6. Masjid Mantingan

Masjid Mantingan dengan perpaduan gaya Tiongkok
Masjid Mantingan adalah sebuah masjid bersejarah yang dibangun semasa kesultanan Demak pada tahun 1559 M. Masjid ini merupakan masjid kedua setelah Masjid Agung Demak. Masjid Mantingan terletak di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

pintu masjid berjumlah lima yang menandakan rukun Islam dan dihiasi dengan relief
Masjid ini merupakan gaya arsitektur khas Tiongkok. Didirikan atas lantai yang tinggi dan ubinnya didatangkan langsung dari Tiongkok. Bangunan Atap termasuk bubungan adalah gaya Tiongkok. Dinding luar dan dalam masjid dihiasi dengan piring tembikar bergambar biru. Masjid ini  menjadi pusat untuk penyebaran Islam dan kegiatan keagamaan Islam di daerah ini.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar